Tampilkan postingan dengan label puisi sobat bedes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi sobat bedes. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 November 2015
Di Ujung Senja
Aku duduk terdiam dalam lamunan senja
Menghiasi wajah yang murung dan lelah
Hati selalu bertanya tanya
Ada apakah dengan diriku?
Ribuan hari telah aku jalani
Semua keindahan berangsur menjauh dari kehidupanku
Bayangan masa lalu terus menghantuiku
Merasuk dari belakang tubuh seakan memelukku erat
Sangat erat hingga terasa sulit untuk bernafas
Aku terpaksa berjalan di ujung senja tanpa arah dan tujuan
Mencoba bangkit dari keterpurukan yang kelam
Mencari serpihan senja yang telah hilang
Dan tak tahu kapan akan ada arah untuk pulang
Langit senja mulai gelap tertutup awan hitam dan pekat
Pertanda senja telah digantikan oleh sang malam
Tak ada lagi cahaya senja yang akan menghiasi lamunan
Hatipun bertanya tanya kembali
Dimanakah senja yang dulu indah yang mampu mewarnai kehidupanku?
Dimanakah senja tempat aku bercerita tentang suka dukaku?
Dimanakah senja yang menjadi saksi riang candaku?
Namun,senja seakan sombong dan acuh mengabaikan semua pertanyaanku
Tak perduli aku akan terpuruk lalu mati
Atau akan bangkit lalu pergi
Selasa, 29 September 2015
PLANET KEHIDUPAN YANG MELETIH
Empat miliar tahun bumi membentuk diri, berpusing, memadat seinci demi seinci. Dengan sabar, rahimnya yang purba membangkitkan kehidupan dengan Rahmat Tuhan. Dari jasad bersel tunggal hingga menjadi manusia yang berkesadaran dan luar biasa pintar.
Bumi memang hidup tanpa kesadaran sampai manusia muncul dua juta tahun lalu. Pada masa yang amat panjang, manusia dengan damai menyusu sari pati kehidupan dari bumi.
Sampailah suatu ketika, belum lama, 200-an tahun lalu, manusia menemukan mesin. Bumi tak pernah sama lagi sejak itu, kehidupan berubah sangat cepat. Bumi tak pernah sama lagi sejak itu, kehidupan berubah sangat cepat. Bumi dicecap sebagai sumber kemakmuran, tapi meninggalkan lubang2 menganga aneka kerusakan. Keriuhan manusia seratus tahun belakangan ini mengubah dunia lebih dahsyat daripada masa ribuan tahun sebelumnya.
Bumi memang hidup tanpa kesadaran sampai manusia muncul dua juta tahun lalu. Pada masa yang amat panjang, manusia dengan damai menyusu sari pati kehidupan dari bumi.
Sampailah suatu ketika, belum lama, 200-an tahun lalu, manusia menemukan mesin. Bumi tak pernah sama lagi sejak itu, kehidupan berubah sangat cepat. Bumi tak pernah sama lagi sejak itu, kehidupan berubah sangat cepat. Bumi dicecap sebagai sumber kemakmuran, tapi meninggalkan lubang2 menganga aneka kerusakan. Keriuhan manusia seratus tahun belakangan ini mengubah dunia lebih dahsyat daripada masa ribuan tahun sebelumnya.
Kamis, 10 September 2015
Bumiku Sayang
"Bumiku sayang...."
Terlepas dari pandangan jauh di sana,
jauh kata penasaran tentang dunia yang semakin menggila.
Tak ada kata curiga sama sekali pada Alamku ini.
Karena kau sangat indah.
Karena kau sangat indah.
Hai kalian,pesan ini untuk para penghuni bumi.
Kau harus melihat ini dari ketinggian,
betapa indahnya melihat kota-kota yang sejenak mengecil,
betapa indahnya melihat awan yang semakin mendekat,
saat kau berdiri disini kau akan menyadari.
Rabu, 09 September 2015
Tuhan...maafkan kami
Aku meremehkanmu Cantik
Tak begitu berharap mengenalmu,,apalagi mencumbumu..
Sampai suatu ketika aku menelan ludahku sendiri.Karena kau Cantik
Senyummu membunuh sombongku..
Aku luluh.bertekuk lutut,mataku kosong,tanganku bergetar,kakiku lunglai mengejarmu
Penciptamu luar biasa
Tuhan,,Engkau yang Maha Indah menciptakan Keindahan
Hey Tuan, Apa kabar?
Hai Tuan,
entah ini tahun keberapa aku menegenalmu,
entah bulan keberapa aku merindukanmu,
entah hari keberapa akhirnya kau memtuskan untuk meninggalkanku.
Apa kau masih mengingat ketika kau mengenalkan teman temanmu satu persatu,
membawa masuk dlm komunitas.
yg pada awalnya aku pun tak tau menau
dan tak pernah membayangkan ikut bergabung dengan komunitas ini.
Hai Tuan,
kau berhasil,
berhasil mendidikku dengan ketulusanmu,
hingga tak pernah ku dapati diri yang rapuh.
Selasa, 08 September 2015
Tuhan is The Best
Ini aku, ,siapa?
yah pokoknya saya,,
haha kepedean nih di kira banyak yang kenal.
Bisa dibilang saya salah satu Bedes 'wedok' aka wanita (what? wanita? aku meragukan kewanitaan mu nis :D hahaha ) di Pemuda Cinta Alam Negeri, tapi jarang ikut kopdar..(maklum rumah paling jauh).
Bisa dibilang saya salah satu Bedes 'wedok' aka wanita (what? wanita? aku meragukan kewanitaan mu nis :D hahaha ) di Pemuda Cinta Alam Negeri, tapi jarang ikut kopdar..(maklum rumah paling jauh).
Pertama kali naik gunung tuh, waktu SD kelas 3 (kalo ga salah,lupa sih),
waktu itu sih di ajak Om ku (alm) Namanya om Heru, pertama kali ke Gunung Semeru, tapi cuma sampe Tanjakan Cinta saja,, maklum dong masih kecil, (sekarang juga) masih hahaha.
Dan itu pertama kalinya saya jatuh cinta sama ciptaan Tuhan yang namanya Alam..
Duuuh Tuhan,indahnya itu luar biasa. . .
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


